DudukPerkara.com | Semarang, Senin ( 2/11/2026) Renovasi gedung sekolah yang seharusnya menjadi dambaan siswa dan guru untuk proses belajar mengajar yang nyaman, kini justru menjadi mimpi buruk bagi siswa SDN Wates 1, Kota Semarang.
Pasalnya, proyek renovasi di sekolah tersebut diduga kuat merupakan Proyek Siluman. Papan proyek yang seharusnya menjadi sumber transparansi informasi publik justru tersembunyi dan tidak mencantumkan volume pekerjaan secara jelas. Ada apa?
Pantauan Tim Investigasi Duduk Perkara Jateng di lokasi, Minggu (2/11/2026), sangat mencekam. Sisa-sisa material bangunan dan material proyek berserakan di area bermain siswa tanpa adanya batas pengaman (safety line) yang memadai.
Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan siswa. Kemerdekaan siswa untuk bermain dan beraktivitas di lingkungan sekolah yang aman telah dirampas oleh kelalaian proyek.

“Ini sangat berbahaya. Anak-anak bisa tersandung besi, tertusuk paku, atau tertimpa material. Mana batas pengamannya? Ini sekolah SD, bukan gudang proyek!” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Proyek tanpa kejelasan volume pekerjaan ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ada upaya untuk menutupi spesifikasi pekerjaan demi meraup keuntungan? Transparansi anggaran yang bersumber dari uang rakyat seolah diabaikan.
Ironisnya, saat Pewarta http://DudukPerkara.com berusaha menghubungi Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk konfirmasi, hingga berita ini ditayangkan, Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kota Semarang belum memberikan respon.
http://DudukPerkara.com mendesak Pemkot Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke SDN Wates 1, memeriksa kelengkapan papan proyek, volume pekerjaan, dan standar K3 yang jelas-jelas diabaikan dan membahayakan nyawa anak-anak bangsa.
(Hsn – Tim Investigasi Duduk Perkara Jateng)


