DudukPerkara.com | Kendal, Dari sebuah Akademi ternama di tingkat Nasional ASTI Kendal, lahir seorang penjaga gawang yang kini namanya mulai diperhitungkan di Jawa Tengah. Namanya Muhammad Zaidan Azzaky. Usia baru 17 tahun, tinggi sudah 181 cm, postur ideal untuk seorang kiper modern.
Zaidan bukan kiper instan. Kariernya dibangun selangkah demi selangkah lewat turnamen demi turnamen.
Ia memulai dari Soeratin U-13 2022 bersama Asti Kudus, lalu naik level ke Soeratin U-15 2024 bersama Dymo FC Semarang. Ia juga pernah merasakan atmosfer Blispi Jogja, ASC Championship Asti Kendal, GSI Kabupaten Kendal, hingga ASSBI Jateng.dan terbaru ini memperkuat Time Kecamatan Patebon di Even BUPATI CUP 2026 yang masih berlangsung
Puncaknya, tahun 2026 ini, Zaidan dipercaya membela Persik Kendal di Soeratin U-17 2026. Sebuah bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil.

Kiper Dengan Mental Baja
Pelatih-pelatih yang pernah menanganinya sepakat, Zaidan punya tiga modal utama: refleks cepat, berani duel satu lawan satu, dan tenang di bawah tekanan. Di usia muda, ia sudah terbiasa menjadi tembok terakhir saat timnya tertekan.
“Zaidan itu tipe kiper yang tidak panik. Kalau bola datang, dia yang paling dulu maju. Itu mental yang langka untuk usia segitu,” ujar salah satu pengamat sepak bola usia muda Kendal.
Dengan berat 77 kg dan jangkauan tangan yang panjang, Zaidan kini menjadi aset berharga bagi ASTI Kendal, klub yang membesarkannya.
MIMPI BESAR: TIMNAS DAN LIGA PROFESIONAL
Zaidan tidak ingin berhenti di Kendal. Mimpinya jelas: tembus seleksi Elite Pro Academy, lalu Liga 1, dan suatu hari memakai jersey Garuda di dada.
“Terus menyala, jangan padam. Setiap penyelamatan adalah satu langkah menuju mimpi,” tulisnya dalam catatan pribadinya.
Dan kini, dengan dukungan keluarga, pelatih, dan masyarakat Kendal, langkah Zaidan semakin dekat menuju panggung yang lebih besar.
Dari Kendal untuk Indonesia. Dari bawah mistar untuk masa depan.
Terus menyala, Zaidan
(Red – Tim Olahraga http://DudukPerkara.com)


