MAMASA, SULAWESI BARAT — Seorang siswi SMKN 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bernama Gresensya Lilianty, dilarikan ke Puskesmas Tabulahan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WITA setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Berdasarkan keterangan keluarga, Gresensya mengalami gejala berupa sakit perut, sesak napas, dan muntah-muntah dan sakit kepala. Saat ini, siswi tersebut masih menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Tabulahan.
Kondisi tersebut menambah perhatian terhadap kejadian serupa yang sebelumnya dialami sejumlah pelajar di Kecamatan Tabulahan. Pada siang hari, sebanyak 12 siswa SMPN 1 Tabulahan dilaporkan mengalami sejumlah gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga Senin malam, belum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari Puskesmas Tabulahan yang memastikan penyebab keluhan tersebut.
Misda Apriyani, kakak Gresensya, mengatakan bahwa sejak siang hari dirinya telah menerima sejumlah pesan dari sang adik yang mengeluhkan kondisi tubuhnya.
“Dari siang saya di-chat terus. Katanya sakit kepala, sakit perut, muntah-muntah, dan merasa tidak enak badan,” ujar Misda saat memberikan keterangan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tabulahan membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien yang datang dengan keluhan kesehatan serupa. Menurutnya, pasien datang secara bertahap dan hingga saat ini masih mendapatkan penanganan medis.
Dari informasi sementara, terdapat 19 pasien, dengan rincian sembilan orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan, sembilan orang telah diperbolehkan pulang, dan satu orang telah dirujuk ke RS mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, pihak Puskesmas Tabulahan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat hasil pemeriksaan yang dapat membuktikan bahwa keluhan kesehatan tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.
“Pasien terus bertambah satu per satu. Namun, sampai saat ini belum ada hasil yang membuktikan bahwa ini keracunan makanan,” demikian keterangan pihak Puskesmas Tabulahan.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, Gresensya Lilianty masih mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Pihak keluarga berharap kondisi Gresensya segera membaik dan penyebab keluhan kesehatan yang dialaminya dapat diketahui secara jelas.
Misda Apriyani meminta agar kejadian tersebut ditelusuri secara menyeluruh, terutama apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa.
“Ini harus benar-benar diusut. Pihak SPPG MBG Kecamatan Tabulahan harus bertanggung jawab atas insiden yang terjadi kepada anak-anak sekolah di Kecamatan Tabulahan, khususnya adik saya yang saat ini sedang menjalani perawatan,” kata Misda.
Ia menegaskan, apabila nantinya terbukti bahwa gangguan kesehatan tersebut bersumber dari makanan program MBG, maka pihak yang bertanggung jawab harus memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
Masyarakat dan keluarga siswa diharapkan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang agar penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan bukti medis dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
(Wandy)



