MAMASA, SULAWESI BARAT – Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diduga merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Tabulahan, sedikitnya 12 siswa SMPN 1 Tabulahan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya sesak napas, sakit perut dan sakit kepala.
Para siswa tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Tabulahan.
“Ada 12 orang siswa yang mengalami keluhan dan saat ini sedang ditangani oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tabulahan,” demikian keterangan Kepala Puskesmas Tabulahan.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena keluhan serupa dilaporkan muncul di sekolah lain di wilayah Kecamatan Tabulahan. Sejumlah siswa SMKN 1 Tabulahan disebut mengalami sakit perut dan sakit kepala setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut berkaitan langsung dengan makanan MBG. Kepastian mengenai penyebabnya masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain kondisi para siswa, aspek keamanan makanan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan terhadap proses pengolahan, distribusi, waktu konsumsi, kondisi makanan, hingga kemungkinan faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan penting dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Hingga saat ini, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tabulahan belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan kejadian tersebut.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penyediaan dan distribusi makanan MBG, sekaligus memastikan kondisi seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Penelusuran lebih lanjut juga diperlukan untuk memastikan apakah terdapat hubungan antara makanan yang dikonsumsi para siswa dengan keluhan kesehatan yang muncul di sejumlah sekolah di Kecamatan Tabulahan.
Misda Apriyani



