MAMASA — Puskesmas Tabulahan, Kabupaten Mamasa, saat ini menghadapi kendala serius terkait ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut disebabkan sumur bor dan sumur galian yang selama ini menjadi sumber air telah mengalami kekeringan, sementara jaringan air PAM sudah lama tidak berfungsi.
Menurut Arnoldus,
oplus_2
petugas Sanitasi Lingkungan Puskesmas Tabulahan, kondisi kekurangan air bersih tersebut sudah berlangsung dan menjadi kendala dalam mendukung kegiatan pelayanan kesehatan sehari-hari.
“Sumur bor dan sumur galian sudah kering, sedangka Qt air PAM sudah lama tidak berfungsi. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih di puskesmas menjadi terkendala,” ujar Arnoldus.
Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam operasional fasilitas kesehatan, terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi ruangan pelayanan, serta mendukung kenyamanan pasien dan petugas kesehatan.
Pihak Puskesmas Tabulahan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mencari solusi, baik melalui perbaikan jaringan air PAM, penyediaan sumber air alternatif, maupun pembangunan sarana air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan puskesmas secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, upaya penanganan dan tindak lanjut dari pihak terkait masih diperlukan agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Tabulahan tetap berjalan dengan baik sesuai standar pelayanan kesehatan.