
MAMASA,(04/10/2026) – Penderitaan warga di lingkar SPBU Sumarorong 74.91…, Kec. Sumarorong, Kab. Mamasa, Sulbar makin menjadi-jadi. Belum selesai dugaan penjualan solar Rp 14.000/liter dan operasi senyap tengah malam, kini warga dipaksa bawa mesin dompeng kura-kura langsung ke area SPBU, jika pakai jerigen kena pungutan Rp 400/liter dalih admin.

Hal ini dibenarkan warga inisial KMs.
“Kami sangat menderita dengan aturan SPBU Sumarorong. Dompeng kura-kura harus kami pikul ke SPBU. Kalau bawa jerigen kena admin Rp 400. Ini menyiksa rakyat kecil,” ujar KMs, Sabtu (4/10).
Sementara Ketua LP.K-P-K Provinsi Sulawesi Barat , Eliasib, mengaku telah menghubungi admin dan penanggung jawab SPBU berulang kali namun tak direspon sama sekali.
Eliasib menegaskan, karut-marut SPBU Sumarorong yang sudah jadi keluhan warga bertahun-tahun adalah bentuk kegagalan pengawasan.
“Ini adalah bentuk kegagalan BPH Migas dalam pengawasan. Sudah jadi sorotan dan keluhan warga bertahun-tahun, diduga staf BPH Migas sudah masuk angin, sehingga SPBU ini kebal hukum, berani pungut Rp 400, perliter kecam Eliasib.
POLRES MAMASA DIPERTANYAKAN
Tak hanya BPH Migas, kinerja aparat Polres Mamasa juga dipertanyakan warga. Pasalnya, dugaan praktik penyimpangan di SPBU Sumarorong, termasuk gudang penampungan di pasir putih di Desa Rantekamase, berulang di sorot media hingga kini belum ada tindakan tegas.
Padahal laporan warga dan pemberitaan media sudah viral sejak Februari hingga September 2026. Warga menilai Polres Mamasa terkesan tutup mata.
“Kalau Polres Mamasa tidak mampu, kami harap Kapolda Baru Sulbar turun tangan langsung. Jangan biarkan mafia BBM subsidi merajalela di Mamasa,” tambah Eliasib.
Masyarakat Mamasa kini menaruh harapan besar kepada Kapolda Sulawesi Barat yang baru, Irjen Pol. Totok Suharyanto, S.I.K., http://M.Hum., yang baru saja dilantik pada 2 Oktober 2026 menggantikan Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta.
Irjen Totok yang dikenal sebagai Jenderal anti-korupsi, mantan Kepala Kortastipidkor Polri, diharapkan bisa menyelesaikan perkara SPBU Sumarorong dan memproses oknum-oknum yang terlibat di dalamnya tanpa pandang bulu.
“Kami percaya dengan track record beliau sebagai mantan Kakortastipidkor yang berani bongkar kasus besar. Semoga di bawah kepemimpinan Irjen Pol Totok Suharyanto, S.I.K., http://M.Hum., mafia BBM di Sumarorong bisa dituntaskan dan oknum yang terlibat, baik dari SPBU maupun oknum aparat, bisa diproses hukum,” pungkas Eliasib.
Hingga berita ini ditayangkan, admin dan penanggung jawab SPBU Sumarorong 74.913.03 masih bungkam.
Misda Apriyani


