JAKARTA- Menghadapi derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, Komisi Nasional Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (Komnas LP.K-P-K) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Melalui pelatihan bertajuk Training Jurnalis: Teknik Input dan Penulisan Berita yang Presisi dan Terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI), Komnas LP.K-P-K mendorong para pengurus dan jurnalisnya agar mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, kredibel, dan bertanggung jawab.
Pelatihan angkatan pertama tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 14 Oktober 2026, mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan internal sekaligus penguatan kapasitas jurnalistik para pengurus, pimpinan redaksi, dan jurnalis LP.K-P-K di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak berhenti pada pelatihan jurnalis, Komnas LP.K-P-K akan membuka pendaftaran pelatihan jurnalis 1.000 peserta bagi pemula/lulusan SMU/SMK yang akan dilaksanakan per-angkatan. Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperluas pemerataan pengetahuan jurnalistik, meningkatkan keterampilan pengelolaan media, serta memperkuat peran pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pelatihan perdana ini menghadirkan Ketua Umum Komnas LP.K-P-K, Andi Abdurahman Onge, yang akrab disapa Andi Aro, sebagai trainer.
Putra kelahiran Gorontalo ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia jurnalistik. Perjalanan profesionalnya mencakup penulisan dan penyuntingan berita untuk berbagai jenis media, mulai dari surat kabar harian, majalah, tabloid, hingga media online. Pengalaman tersebut ditempuh melalui proses belajar dan pengembangan keterampilan secara otodidak, disertai keterlibatan aktif dalam dunia pers dan organisasi kemasyarakatan.
Selain memimpin Komnas LP.K-P-K, Andi Aro juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Masyarakat Indonesia Timur (PERMIT). Dalam perjalanan organisasinya, ia turut mengikuti Kongres Pemuda Indonesia Abad ke-XXI di Istana Negara Jakarta pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie serta menjadi peserta konferensi Islam dunia, sebagaimana tercantum dalam riwayat kegiatannya.
BACA JUGA :Â https://dudukperkara.com/mohamad-k-yunus-resmi-nahkodai-lp-k-p-k-kabupaten-gorontalo-masa-bhakti-2026-2029-2/
Semangatnya dalam mengembangkan kemampuan berorganisasi dan jurnalistik juga tidak terlepas dari pengaruh sang kakek, almarhum Abdul Rahman Onge, yang dikenal dengan sapaan Teme Rosi. Sosok tersebut dikenang sebagai jurnalis sekaligus perintis kemerdekaan pada pendudukan tentara Jepang di Gorontalo pada 1942.
Pengalaman lintas generasi itu menjadi bagian dari motivasi Andi Aro untuk membagikan pengetahuan kepada para pengurus dan jurnalis LP.K-P-K di berbagai wilayah Indonesia. Baginya, kemampuan menulis berita bukan semata-mata keterampilan merangkai kata, melainkan tanggung jawab untuk menyampaikan fakta secara benar, menjaga kepentingan publik, dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan.
Dari Kaidah 5W+1H hingga Optimalisasi AI dan SEO
Materi pelatihan disusun secara komprehensif dengan memadukan prinsip dasar jurnalistik dan pemanfaatan teknologi digital. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai penyusunan berita, tetapi juga diperkenalkan pada aspek teknis pengelolaan portal media daring.
Sejumlah materi utama yang dibahas meliputi:
1.Teknik Penulisan Berita Presisi
Peserta kembali memperkuat pemahaman tentang prinsip 5W+1H, yakni What, Who, When, Where, Why, dan How. Keenam unsur tersebut menjadi fondasi untuk menyusun berita yang jelas, sistematis, informatif, dan mudah dipahami pembaca.
Penekanan diberikan pada pentingnya membedakan fakta, pendapat, dugaan, dan kesimpulan agar setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
2.Teknik Input dan Pengelolaan Portal Berita
Peserta memperoleh pemahaman mengenai proses memasukkan naskah ke portal berita, menata judul dan paragraf, menentukan kategori, menyunting naskah, serta memeriksa kelengkapan informasi sebelum berita diterbitkan.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus dan jurnalis LP.K-P-K mengelola publikasi digital secara lebih tertib, efektif, dan profesional.
3.Integrasi Artificial Intelligence dalam Kerja Jurnalistik
Pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelatihan ini. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan ide berita, menyusun kerangka tulisan, membantu riset awal, memeriksa struktur bahasa, dan meningkatkan efisiensi kerja redaksi.
Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus disertai verifikasi manusia. Setiap data, kutipan, nama, angka, dan informasi yang dihasilkan atau dirangkum dengan bantuan AI wajib diperiksa kembali sebelum digunakan dalam pemberitaan.
4.Penerapan Search Engine Optimization (SEO)
Peserta juga diperkenalkan pada teknik dasar SEO, termasuk pemilihan kata kunci, penyusunan judul, penggunaan tag, penentuan kategori, serta penataan konten agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
Melalui materi ini, jurnalis diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan berita berkualitas, tetapi juga memahami cara menyampaikan informasi kepada khalayak digital secara efektif.
Kode Etik Jurnalistik dan Kepatuhan Hukum Tidak Boleh Diabaikan
Selain membahas keterampilan teknis, pelatihan ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dalam menjalankan fungsi informasi dan kontrol sosial, jurnalis dituntut menghormati hak jawab, melakukan konfirmasi kepada pihak yang diberitakan, menjaga independensi, serta menghindari penyajian informasi yang dapat merugikan seseorang tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Khusus dalam pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan kebijakan publik, pelayanan pemerintahan, maupun dugaan tindak pidana korupsi, ketelitian menjadi hal yang sangat penting. Informasi harus didukung dokumen atau sumber yang relevan, sementara dugaan tidak boleh disajikan sebagai fakta yang telah terbukti.
BACA JUGA :Â https://chatgpt.com/id-ID/
Penerapan prinsip tersebut menjadi penting bagi LP.K-P-K sebagai lembaga yang mengusung pengawalan kebijakan pemerintah dan keadilan. Produk pemberitaan harus mampu menyampaikan persoalan secara kritis, tetapi tetap mengedepankan objektivitas, keberimbangan, dan penghormatan terhadap hak semua pihak.
Dengan demikian, fungsi kontrol sosial dapat dijalankan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kredibilitas lembaga maupun keselamatan dan profesionalitas jurnalis.
AI Adalah Alat Bantu, Integritas Tetap Menjadi Fondasi Jurnalisme
Pelatihan jurnalistik berbasis AI yang digelar Komnas LP.K-P-K menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya menuntut kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kesiapan menjaga nilai-nilai dasar profesi pers.
AI dapat membantu jurnalis bekerja lebih efisien, mempercepat penyusunan draf, dan mendukung pengolahan informasi. Akan tetapi, keputusan editorial, pemeriksaan fakta, konfirmasi kepada narasumber, serta tanggung jawab atas berita yang diterbitkan tetap berada pada manusia dan redaksi.
Melalui pelatihan ini, Komnas LP.K-P-K berupaya membangun sumber daya jurnalistik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, cakap memanfaatkan teknologi, serta konsisten menjunjung tinggi prinsip kebenaran dan tanggung jawab sosial.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau banyaknya berita yang dipublikasikan, melainkan juga dari meningkatnya kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Target 1.000 Peserta, Langkah Menuju Penguatan Jurnalis LP.K-P-K Se-Indonesia
Menjelang berakhirnya kegiatan pada pukul 23.00 WITA, pelatihan angkatan pertama ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan kapasitas jurnalistik di lingkungan Komnas LP.K-P-K.
Rencana pelatihan paralel dengan target 1.000 peserta dari seluruh Indonesia pada bulan berikutnya menunjukkan arah pengembangan program yang lebih luas. Jika terlaksana sesuai rencana, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para pengurus, jurnalis, dan pengelola media yang berada dalam jaringan LP.K-P-K.
Program lanjutan ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan kemampuan teknis menulis berita, tetapi juga membangun kesamaan standar kerja jurnalistik di berbagai daerah. Mulai dari pengumpulan data, verifikasi informasi, penyuntingan naskah, hingga publikasi berita, seluruh proses perlu dilaksanakan dengan disiplin dan tanggung jawab.
Andi Aro berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing. Ia juga menekankan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas, nalar kritis, dan komitmen terhadap kebenaran#

