DudukPerkara.com – SEMARANG, Persiapan pengamanan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional 2026 di Kota Semarang terus dimatangkan. Sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Rapat pengamanan digelar di Kantor Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Jalan Imam Bonjol, Sekayu, Semarang, Rabu (2/9/2026). Pertemuan berlangsung sekitar dua jam lebih dan diikuti sekitar 30 peserta dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga panitia penyelenggara.
Rapat dipimpin Kasatpol PP Provinsi Jawa Tengah Tri Harso Widirahmanto, S.H. Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir, di antaranya Kabag Binops Roops Polda Jateng AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom, Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Tatang Yulianto, S.I.K., serta perwakilan Kabag Ops Polrestabes Semarang Kompol Sarmina.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai skema pengamanan, mulai dari kedatangan peserta hingga seluruh rangkaian kegiatan MTQ berakhir.
MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang dijadwalkan berlangsung pada 12-20 September 2026. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi perlombaan, tetapi juga mencakup kedatangan dan kepulangan peserta melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani serta Stasiun Tawang.
Panitia memperkirakan kepadatan peserta akan terjadi pada 11 September 2026, terutama saat rombongan dari 33 provinsi mulai berdatangan. Proses registrasi peserta dijadwalkan berlangsung di PRPP Semarang mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.
Sejumlah agenda besar juga telah disiapkan, termasuk Malam Ta’aruf di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Pawai Ta’aruf dengan rute Balai Kota Semarang-Jalan Pandanaran-Simpang Lima hingga Kantor Gubernur, serta pembukaan dan penutupan MTQ yang direncanakan berlangsung di kawasan Simpang Lima.
Selain kegiatan utama, panitia juga menyiapkan pameran UMKM di e Plaza pada 11-19 September. Terdapat sedikitnya 12 venue yang akan digunakan untuk pelaksanaan berbagai cabang lomba MTQ.
Kawasan Simpang Lima menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena menjadi pusat sejumlah kegiatan besar. Rekayasa lalu lintas dan pengaturan aktivitas masyarakat dipandang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak kegiatan terhadap mobilitas warga.
Kasatpol PP Kota Semarang menyampaikan bahwa persiapan venue di kawasan Simpang Lima telah hampir rampung. Penataan pedagang kaki lima juga dilakukan dengan relokasi sementara ke kawasan Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani selama kegiatan berlangsung.
Dari unsur kepolisian, pengamanan MTQ Nasional akan diampu Polrestabes Semarang dengan dukungan personel terkait. Pengamanan juga akan memperhatikan potensi pengamanan VVIP apabila terdapat pejabat negara yang menghadiri pembukaan kegiatan.
Kabag Binops Roops Polda Jateng AKBP Tuschad Cipta Herdani menekankan pentingnya pengaturan lalu lintas mengingat skala kegiatan bersifat nasional dan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat.
Ia juga mendorong sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana penutupan atau pembatasan akses di kawasan Simpang Lima, baik melalui media sosial maupun penyampaian secara langsung.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Tatang Yulianto mengingatkan agar pola pengamanan tidak hanya berorientasi pada venue perlombaan.
Menurutnya, pengamanan perlu mencakup pemetaan situasi secara menyeluruh, termasuk pergerakan peserta, konsentrasi massa saat pembukaan dan penutupan, perkembangan media sosial, potensi gangguan kamtibmas, serta kalender kegiatan masyarakat sepanjang September.
Koordinasi lintas instansi juga dinilai penting untuk menghadapi kemungkinan situasi kontingensi. Karena itu, dalam rapat dibahas kebutuhan posko atau command center, jalur komunikasi antarpersonel, hingga rencana kontinjensi apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Polrestabes Semarang menyatakan siap mendukung pengamanan dengan menyiapkan personel tambahan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Apabila diperlukan pengamanan VVIP, kepolisian juga akan berkoordinasi untuk mendapatkan dukungan dari satuan Brimob Polda Jawa Tengah.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., mengatakan pematangan pengamanan sejak jauh hari menjadi langkah penting mengingat MTQ Nasional merupakan agenda berskala besar yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“MTQ Nasional merupakan agenda besar yang membawa nama Kota Semarang dan Jawa Tengah. Karena itu, pengamanan harus dipersiapkan secara matang, tidak hanya di lokasi kegiatan, tetapi juga mulai dari kedatangan peserta, perjalanan menuju venue, hingga kepulangan,” ujar Kompol Sugito.
Menurutnya, koordinasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia, serta seluruh unsur terkait akan menjadi kunci agar setiap rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan nyaman.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito beserta jajarannya siap mendukung pengamanan bersama seluruh stakeholder, Dan yang paling penting adalah membangun koordinasi dan komunikasi yang cepat di lapangan, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Kompol Sugito juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas selama pelaksanaan MTQ Nasional. Warga yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan 110 maupun menggunakan aplikasi LIBAS.
“Kami mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari suksesnya MTQ Nasional di Kota Semarang. Apabila menemukan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, segera laporkan melalui kanal yang tersedia agar dapat kami tindak lanjuti dengan cepat,” ujar Sugito.
Rapat koordinasi tersebut akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis dan gladi kegiatan. Waktu pelaksanaan gladi serta agenda lanjutan akan diinformasikan setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut antarinstansi.
( Adi Laksono – Tim Duduk perkara Jateng)


