
JAKARTA – Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (Komnas LP-K-P-K) sukses menggelar Training Jurnalis: Teknik Input dan Penulisan Berita yang Presisi dan Terintegrasi dengan AI secara daring, Rabu (14/10/2026), pukul 19.30 – 23.00 WITA via Zoom Meeting.
Pelatihan yang dipimpin langsung Ketua Umum Komnas LP-K-P-K, Andi Abdurahman Onge (Andi Aro) selaku trainer dan wartawan senior ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari pimpinan redaksi, jurnalis daerah, dan pengurus LP-K-P-K se-Indonesia.
Perwakilan Sulawesi Barat Hadir dari Sigi*

Dari Sulawesi Barat, tercatat dua peserta yang mengikuti secara penuh, yakni Herman Welly dari Kabupaten Mamasa dan Eliasib Sandapang dari Kabupaten Mamuju.
Keduanya mengikuti pelatihan secara virtual dari Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kehadiran mereka di Sigi bukan tanpa alasan, keduanya tengah melakukan pendampingan hukum terhadap warga asal Sulawesi Barat yang menjadi korban dugaan penipuan jual-beli lahan di Kabupaten Toli-Toli. Kasus tersebut saat ini telah dilaporkan secara resmi di Polresta Palu.

Meski berada di luar daerah dan dalam agenda pendampingan warga, kedua jurnalis Sulbar tersebut tetap berkomitmen mengikuti pelatihan hingga selesai.
Ketua Umum Komnas LP-K-P-K, Andi Abdurahman Onge menjelaskan, materi pelatihan meliputi penguatan kompetensi penulisan berita presisi berdasarkan kaidah 5W+1H, praktik penginputan naskah di portal berita, penentuan kategori dan tag untuk optimasi SEO, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.
“Prinsip utama yang kami tekankan adalah akurasi data, kredibilitas sumber, dan cover both sides. AI hanya alat bantu untuk kecepatan, tapi verifikasi fakta dan Kode Etik Jurnalistik tidak boleh ditinggalkan,” tegas Andi Aro.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten SARA.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme jurnalis LP-K-P-K di daerah dalam menghadapi tantangan digital, sekaligus tetap mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dan pendampingan masyarakat, seperti yang dilakukan perwakilan Sulbar di Sigi. (Red/HW)

