
Mamasa – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamasa dari Partai Golkar, Yehisker, S.H., menegaskan bahwa keberadaannya di lembaga legislatif adalah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara total dan tanpa kompromi.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Reses I yang digelar di Dusun Osango, Kecamatan Mamasa, Kamis (26/2/2026). Kegiatan itu dihadiri kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta kelompok dasawisma yang menyampaikan langsung berbagai keluhan dan harapan mereka.
Kelompok dasawisma secara khusus menyoroti banyaknya kepesertaan BPJS Kesehatan tanggungan pemerintah yang tidak aktif. Mereka meminta agar pemerintah daerah dan DPRD serius memperhatikan persoalan ini karena menyangkut hak dasar masyarakat kecil untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Selain itu, warga juga mengusulkan agar pedagang babi di pasar pemotongan hewan lebih mengutamakan pedagang lokal. Menurut warga, kebijakan yang berpihak kepada pedagang lokal akan memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Mamasa.

Menanggapi hal tersebut, Yehisker, S.H. menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan bukan sekadar catatan, melainkan amanah yang wajib diperjuangkan.
“Saya tidak akan tinggal diam melihat hak masyarakat terabaikan. Soal BPJS yang tidak aktif, kami sudah mendorong dan memperjuangkannya. InsyaAllah per 1 Maret banyak yang akan diaktifkan kembali.
Ini bukan janji, tetapi bagian dari perjuangan yang terus kami kawal,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sebagai anggota Komisi II yang membidangi ekonomi dan kesejahteraan rakyat, dirinya akan terus mengawal kebijakan agar benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil, termasuk mendorong prioritas bagi pelaku usaha lokal.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya berdiri untuk rakyat. Setiap keluhan masyarakat Mamasa akan terus saya perjuangkan, baik di tingkat daerah maupun hingga ke pemerintah pusat. Suara rakyat tidak boleh berhenti di ruang reses, tetapi harus sampai pada keputusan dan solusi nyata,” ujarnya dengan tegas.
Yehisker, S.H. juga memastikan bahwa seluruh keluhan masyarakat—baik terkait kesehatan, ekonomi, pertanian, maupun tenaga kerja—akan terus diperjuangkan melalui fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi.
Reses di Dusun Osango menjadi bukti bahwa perjuangan untuk kepentingan rakyat bukan sekadar slogan politik, tetapi komitmen nyata yang akan terus diperjuangkan tanpa henti. (HW.PAWAN)
