filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
Dudukperkara.com – Kirab Gelar Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia digelar meriah di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan tersebut diikuti peserta dari 14 kelurahan se-Kecamatan Mijen.
Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute kirab dari Lapangan Voli Masjid Jami’ BSB Jatisari menuju Taman Mijen. Peserta diberangkatkan Camat Mijen Suhartini, S.E., M.M., bersama Kapolsek Mijen, Danramil Mijen, serta para kepala kelurahan se-Kecamatan Mijen. Mereka turut mengikuti kirab dengan menaiki dokar, menambah nuansa tradisional dalam kegiatan tersebut.
Beragam kostum pakaian daerah ditampilkan para peserta dari masing-masing kelurahan. Sejumlah peserta juga mengenakan kostum yang dibuat dari bahan daur ulang, sebagai bentuk kreativitas sekaligus pesan kepedulian terhadap lingkungan. Setibanya di Taman Mijen, setiap kelurahan menampilkan pertunjukan di depan panggung yang turut diramaikan perlombaan gunungan dan bazar UMKM yang berada di sekitar kawasan taman.
Di tengah kegiatan, Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kirab Gelar Budaya tersebut. Ia berharap kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal itu dapat terus diselenggarakan setiap tahun.
Kegiatan berlangsung meriah, aman, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menyaksikan. Salah seorang warga Jatisari, Mijen, Evi, menilai kegiatan semacam ini perlu lebih sering digelar karena tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendorong perekonomian melalui UMKM sekaligus melestarikan budaya lokal. “Acara seperti ini harus sering diadakan untuk hiburan masyarakat, meningkatkan perekonomian lewat UMKM, sekaligus nguri-uri kebudayaan,” ujarnya.
(Team Jateng Dudukperkara.com)

