MUKOMUKO– Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko kembali menuai kecaman masyarakat dan pengamat kesehatan, setelah kasus penundaan hingga pembatalan operasi persalinan darurat terjadi padahal sebelumnya Bupati H. Choirul Huda sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberi perintah ketat agar layanan darurat diprioritaskan dan kekurangan fasilitas/obat segera diperbaiki.
Pasien bernama Maya, warga Desa Pernyah Kecamatan Teramang Jaya, datang ke RSUD pada Senin (27/7) pukul 11.30 WIB dalam kondisi perlu tindakan operasi Caesar mendesak. Setelah pemeriksaan di ruang VIV Anggrek, tim medis menjadwalkan operasi pukul 23.00 WIB malam hari itu. Pasien sudah ganti baju operasi dan tim medis bersiap, namun tiba-tiba tindakan dibatalkan dengan alasan stok obat bius habis/kosong yang baru diketahui saat menit-menit terakhir pelaksanaan.
Seperti dilansir dari media isbcenter.com Pihak keluarga dan suami pasien, Andre, menyampaikan kepanikan dan kekecewaan mendalam. “Bagaimana bisa persiapan sudah lengkap, baru diketahui obat bius tidak ada saat mau mulai? Kondisi istri makin lemah, kami disarankan rujuk ke Padang atau Kota Bengkulu yang jaraknya jauh dan berisiko tinggi untuk persalinan darurat,” ungkap kerabat pasien, Mulyatim.
Kasus ini memicu kritik keras karena sebelumnya sidak Bupati dan instruksi menyelamatkan nyawa lebih utama dari administrasi serta pengecekan ketersediaan obat/alat seolah tidak dijalankan manajemen rumah sakit. Bupati Choirul Huda menegaskan akan segera membentuk tim investigasi gabungan Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten untuk menelusuri penyebab kegagalan pengelolaan stok obat, kelalaian prosedur, serta ketidakpatuhan terhadap hasil sidak sebelumnya.
Pihak manajemen RSUD Mukomuko awalnya mengakui kejadian namun masih memberikan penjelasan yang belum memuaskan publik; hingga saat ini belum ada langkah konkret yang diumumkan untuk penanganan pasien dan perbaikan sistem pengawasan persediaan obat medis vital. Organisasi masyarakat dan pengamat menuntut hasil audit transparan, penindakan terhadap pihak yang lalai, perbaikan sistem pemantauan obat secara rutin, serta jaminan keamanan pasien darurat agar tidak terulang kejadian serupa di rumah sakit rujukan utama daerah ini.
Keluarga pasien akhirnya berupaya merujuk ke fasilitas kesehatan lain dengan risiko perjalanan jauh, dan saat ini kondisi ibu serta bayi dilaporkan mulai stabil setelah mendapatkan penanganan medis di tempat rujuk.
Direktur RSUD Mukomuko, Darmono mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Ia menyebutkan belum ada laporan mengenai masalah tersebut dari jajarannya.
”Belum ada laporan perihal itu. Saya belum tahu bagaimana kejadiannya,” kata Darmono, Selasa, 28 Juli 2026.
