DudukPerkara.com – KENDAL, Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo terus memperkuat konsolidasi masyarakat setelah terbentuknya koordinator wilayah (korwil) di wilayah utara Gunung Ungaran. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi forum silaturahmi dan penyamaan sikap untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana eksplorasi panas bumi (geothermal) di kawasan kedua gunung tersebut yang di pimpin Bapak Sri Joko Triyono, SE dengan panggilan akrabnya ” Mas Joko “
Dalam agenda rapat terdahulu dalam acara pembentukan Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo wilayah utara. Sri Joko sebagai ketua korwil, terus melaksanakan langkah langkah, pendekatan secara personal maupun organisasi mengajak masyarakat dari berbagai unsur untuk bergabung dalam aliansi untuk memperkuat konsolidasi menolak segala bentuk pengeboran di gunung Ungaran dan Telomoyo, ini sangat diperlukan untuk menyatukan sikap masyarakat dalam menyikapi rencana kegiatan eksplorasi panas bumi.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bergabung dan menyatukan tekad dalam menjaga Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo,, serta dengan tegas menolak tanpa syarat” Ungakap Joko dengan penuh optimistis ke awak media melalui sambungan whatsapp
“Waspada geothermal, eksploitasi Gunung Ungaran dan Telomoyo,” Selalu di gaungkan oleh Mas Joko.
Meski demikian, berbagai klaim mengenai potensi dampak eksplorasi geothermal terhadap lingkungan maupun kondisi teknis rencana kegiatan tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang dan kajian ilmiah yang independen, dalam penandatanganan dukungan penolakan terhadap eksploitasi geothermal di Gunung Ungaran dan Telomoyo, yang pernah di lakukan oleh tokoh tokoh masyarakat Penandatanganan dilakukan oleh masyarakat, serta perwakilan sejumlah organisasi, sebagai upaya masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo. Aliansi menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menyikapi perkembangan rencana kegiatan panas bumi di kawasan tersebut.
“Kami akan merencanakan pada tanggal 4/10/2026 , akan ada aksi pemasangan sekitar 1000 MMT Penolakan Geothermal dan Doa bersama di sepanjang jalur Medini,” Lanjut joko
“Masyarakat Gunung harus di beri kesadaran akan resiko yang akan di timbulkan, jangan sampai anak cucu kita hidup was was di bawah Geothermal.
Di Indonesia mana yang hidupnya sejahtera di wilayah eksploitasi tidak ada, yang ada malah tambah sengsara, terkait sumber listrik bisa di pakai banyak alternatif lain misalnya PLTA calon bendungan singorojo dll,” Pungkas joko dalam wawancara khusus dengan awak media.
“Sampaikan keseluruhan penjuru Dunia, dalam bentuk Apapun kami menolak keras Geothermal di Ungaran dan Telomjaten
( Adi Laksono – Tim Duduk perkara jateng)


