Mukomuko, Bengkulu – Insiden meninggalnya seorang warga asal Desa Air Berau, Kecamatan Pondok Suguh saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko memicu gelombang kritik dan sorotan publik. Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kabupaten Mukomuko secara resmi meminta Bupati Mukomuko untuk segera turun langsung ke lokasi, melakukan pengecekan mendalam, serta mengambil langkah tegas dan transparan terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan daerah tersebut.
Ketua LP-KPK, M. Toha, menyampaikan “Kematian warga Desa Air Berau ini bukan kasus pertama. Sudah sering masyarakat mengeluh layanan lambat, fasilitas usang, dan birokrasi berbelit di RSUD. Kami meminta Bupati Mukomuko segera turun langsung, jangan hanya diwakili pejabat. Lakukan audit layanan, klarifikasi penyebab keterlambatan penanganan, dan pastikan tidak ada lagi korban karena ketidaksiapan sistem kesehatan daerah”.tegas Toha
LP-KPK juga mengingatkan bahwa RSUD adalah aset utama dan kewajiban pemerintah daerah. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan hilang dan hak dasar kesehatan tidak terpenuhi.
Dikatakan Toha Sorotan ini muncul di tengah catatan negatif bertahun-tahun seperti alat diagnostik rusak dan menunggu perbaikan berbulan-bulan, kepala daerah sering baru bertindak setelah ada protes besar, bukan secara proaktif
“Kasus ini menjadi titik balik bagi pemerintahan Mukomuko. Kehadiran Bupati di lapangan bukan sekadar simbol, melainkan bukti keseriusan menjaga nyawa warga. Seluruh pihak menunggu tindakan nyata, bukan hanya janji semata, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang”tutup Toha
