Oplus_132096
dudukperkara.com. Mamasa Sabtu 14 Maret 2026 – Tim Koalisi Mamasa Bersih menyampaikan kecaman terhadap tindakan yang dilakukan oleh Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Kabupaten Mamasa, yang dinilai tidak mencerminkan etika profesi jurnalistik. Tindakan yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan dana dengan menuliskan nama-nama penyumbang yang kemudian diberikan kepada Bupati Mamasa.
Tim Koalisi Mamasa Bersih menilai langkah tersebut menimbulkan polemik di tengah masyarakat karena dilakukan tanpa alasan yang jelas serta membawa-bawa nama Bupati Mamasa dalam persoalan tersebut.
Ketua Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI BAPAN) Kabupaten Mamasa, Benyamin, menegaskan bahwa hingga saat ini Bupati Mamasa tidak pernah meminta sumbangan dari organisasi jurnalis mana pun.
“Bupati Mamasa tidak pernah melarang jurnalis bekerja, bahkan selalu menganjurkan agar para jurnalis proaktif dalam menjalankan tugas pemberitaan. Karena itu sangat tidak tepat jika ada pihak yang membawa-bawa nama Bupati dalam polemik seperti ini,” tegas Benyamin.
Menurutnya, jika benar ada persoalan terkait panitia kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mamasa, maka seharusnya diselesaikan melalui mekanisme klarifikasi secara langsung, bukan dengan cara menggalang dana yang kemudian diarahkan kepada Bupati.
Benyamin juga mengecam adanya pemberitaan yang membawa nama Bupati Mamasa dengan narasi yang menyebut Bupati tidak memahami hukum, sebagaimana disampaikan oleh Ketua IJS Mamuju Tengah (Mateng). Ia menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan dapat menyesatkan opini publik.
“Kami mengecam keras jika ada pihak yang mengangkat berita dengan membawa nama Bupati seolah-olah tidak mengerti hukum. Itu pernyataan yang tidak tepat dan tidak berdasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Benyamin mengingatkan agar setiap pemberitaan yang dipublikasikan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik.
“Jangan mengangkat berita jika tidak berimbang. Prinsip klarifikasi dan keberimbangan harus dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bertus dari Tim Koalisi Mamasa Bersih menjelaskan bahwa berdasarkan komunikasi dengan Ketua IJS Kabupaten Mamasa, muncul kekecewaan dari sebagian anggota terkait dugaan janji dari oknum panitia yang menangani pemberitaan kegiatan HUT Mamasa.
Namun menurutnya, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan secara internal atau melalui komunikasi dengan panitia, bukan dengan cara yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di ruang publik.
Tim Koalisi Mamasa Bersih berharap seluruh pihak, khususnya organisasi yang membawa nama profesi jurnalis, tetap menjaga etika, profesionalitas, serta tidak menciptakan polemik yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap dunia pers di Kabupaten Mamasa. (Herman. P)
