Ribuan guru swasta dari seluruh Indonesia, yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN), Persatuan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), melakukan aksi demo besar-besaran di Jakarta hari ini, Kamis 30 Oktober 2025. Aksi ini dimulai dari Masjid Istiqlal, kemudian menuju Gedung DPR RI, dan berakhir di Istana Negara.

Tuntutan utama dari aksi demo ini adalah menuntut pemerintah untuk tidak melakukan diskriminasi antara guru swasta dan guru negeri. Salah satu peserta aksi, Purwanto, seorang guru impasing dari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, meminta agar Guru Impasing untuk diangkat menjadi P3K dan masa Kerja juga di hitung.
Beberapa tuntutan lainnya yang disampaikan oleh PGIN, PGMM, dan PGSI adalah:
– Amendemen UU ASN No. 20/2023: Menuntut revisi Undang-Undang ASN No. 20/2023 yang dianggap tidak memperhatikan kepentingan guru swasta di Kementerian Agama.- Regulasi Baru: Menuntut regulasi baru yang mengakomodir guru madrasah swasta, termasuk kejelasan PPDB bagi madrasah swasta serta alokasi anggaran yang lebih adil.
– Kepastian Status Kepegawaian: Menuntut kepastian status kepegawaian bagi honorer Kemenag yang sudah mengabdi antara 15-30 tahun namun belum bisa ikut PPPK maupun CPNS.
Aksi demo ini diikuti oleh ribuan guru dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kesatuan dan kekuatan guru dalam menuntut hak-hak mereka. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan kesetaraan dan keadilan bagi guru swasta dan guru negeri.#
