Oplus_131072
dudukperkara.com – Mamasa, Minggu 28 Desember 2025Pemerintah Desa Buangin, Kecamatan Rante Bulahan Timur, Kabupaten Mamasa, bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur perangkat desa (kaur), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menyampaikan aspirasi dan harapan politik-kebijakan kepada Bupati Mamasa terkait percepatan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Kampung Salu Lemo.
Kepala Desa Buangin, Yunus, menegaskan bahwa masyarakat hingga saat ini masih menyimpan harapan besar terhadap kehadiran kepemimpinan daerah yang mampu menghadirkan kerja nyata, konsistensi kebijakan, dan keberlanjutan program pembangunan. Harapan tersebut lahir dari pengalaman masyarakat yang selama ini lebih sering menerima janji, namun belum sepenuhnya merasakan hasil pembangunan secara konkret.
Masyarakat berharap Bupati Mamasa berkenan menerima dan mendengar langsung suara masyarakat, sebagai bentuk komitmen politik dan moral seorang pemimpin daerah terhadap rakyat di wilayah pinggiran. Kehadiran langsung kepala daerah dinilai penting untuk memutus rantai persoalan yang selama ini berlarut-larut tanpa penyelesaian tuntas.
Salah satu isu krusial yang kembali disuarakan adalah belum selesainya pembangunan jembatan yang telah dikerjakan sejak kepemimpinan sebelumnya dan hingga kini masih terbengkalai, serta belum tersedianya akses jalan penghubung yang dapat dilalui kendaraan roda empat menuju Kampung Salu Lemo.
Padahal, ruas jalan yang belum terbangun tersebut hanya sekitar ±1 kilometer, namun dampaknya sangat menentukan keterhubungan wilayah dan kehidupan ekonomi masyarakat.
Kondisi tersebut menimbulkan kesan adanya ketidak keberlanjutan kebijakan pembangunan lintas periode, yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
Infrastruktur yang tidak selesai dan akses jalan yang belum terbuka menjadi simbol ketimpangan pembangunan yang masih nyata dirasakan di wilayah pedesaan Mamasa.
Hal ini menjadi semakin ironis mengingat Desa Buangin dan wilayah sekitarnya dikenal sebagai daerah dengan produktivitas ekonomi rakyat yang tinggi, antara lain sebagai penghasil kopi Arabika, kakao (cokelat), padi, serta kerajinan tikar bermotif khas budaya Desa Buangin yang memiliki nilai ekonomi dan identitas budaya yang kuat.
Keterbatasan infrastruktur menyebabkan potensi tersebut belum mampu berkontribusi optimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.
Melalui siaran pers ini, masyarakat Desa Buangin menyampaikan pesan politik yang jelas bahwa pemerataan pembangunan bukan semata program, melainkan ukuran keberpihakan kepemimpinan daerah terhadap rakyatnya.
Masyarakat menaruh harapan besar kepada Bupati Mamasa agar mampu menghadirkan gaya kepemimpinan yang berbeda, yakni kepemimpinan yang menuntaskan pekerjaan, memastikan janji menjadi realisasi, dan menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas nyata.
Aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk dukungan kritis dan harapan konstruktif masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa, agar pembangunan ke depan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pedesaan yang selama ini berada pada posisi terpinggirkan.
Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai wujud aspirasi dan harapan masyarakat Desa Buangin.
Atas perhatian dan kebijakan Bupati Mamasa, masyarakat menyampaikan terima kasih. Narahubung:
Pemerintah Desa Buangin
Kecamatan Rante Bulahan Timur
Kabupaten Mamasa. (Herman Pawan)
