Sekretaris KONI Mamasa Sebut Ada Media “Lari Kiri”, Ketua Harian SMM: Pernyataan Harus Dipertanggungjawabkan
MAMASA — Pernyataan Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamasa, MN, dalam grup WhatsApp Mamasa Bersuara menuai sorotan. MN diduga menyinggung adanya media yang disebutnya “lari kiri” serta mengelola anggaran APBD namun tidak memiliki kegiatan atau pemberitaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan di grup WhatsApp dan kemudian menjadi perhatian karena dinilai berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap keberadaan dan profesionalitas media di Kabupaten Mamasa.
Dalam percakapan tersebut, MN menyinggung persoalan informasi mengenai KONI dan menyebut istilah “lari kiri”, serta mengaitkannya dengan hibah media yang menurutnya tidak memiliki pemberitaan.
“…di Makassar ki hnya dpat info lari kiri… Insya Allah sepanjang sy di KONI mudah2 han tdak lari kiri jie.. sperti hibah media yg tdk ada beritanya.”
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ryan Mewa’, Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa (SMM). Menurut Ryan, seorang pejabat atau pengurus lembaga publik harus berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terlebih ketika pernyataan tersebut menyangkut institusi media dan penggunaan anggaran publik.
Ryan menilai, apabila yang dimaksud oleh Sekretaris KONI adalah adanya media tertentu yang menerima atau mengelola anggaran APBD namun tidak menjalankan kegiatan sebagaimana mestinya, maka hal tersebut seharusnya disampaikan secara terang dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau memang ada media yang dimaksud menerima hibah atau mengelola APBD tetapi tidak melaksanakan kegiatan atau tidak menjalankan kewajibannya, seharusnya disebutkan secara jelas berdasarkan data dan dokumen. Jangan sampai pernyataan yang disampaikan secara umum justru merusak citra seluruh media yang bekerja secara profesional,” ujar Ryan.
Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap penggunaan anggaran daerah merupakan hal yang sah dalam ruang demokrasi. Namun, setiap tudingan mengenai pengelolaan keuangan negara harus memiliki dasar yang jelas agar tidak berubah menjadi pernyataan yang merugikan pihak tertentu.
Menurut Ryan, media memiliki fungsi penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran publik. Karena itu, keberadaan media tidak semestinya digeneralisasi hanya berdasarkan dugaan atau pengalaman terhadap pihak tertentu.
“Kalau ada dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran, silakan dibuka datanya dan diperiksa. Tetapi jangan membuat pernyataan yang kemudian menimbulkan kesan seolah-olah media di Mamasa menerima anggaran tetapi tidak bekerja. Ini menyangkut reputasi dan kredibilitas insan pers,” tegasnya.
Ryan juga meminta Sekretaris KONI Kabupaten Mamasa, MN harus mempertanggungjawabkan pernyataannya dengan memberikan penjelasan mengenai media yang dimaksud, bentuk pengelolaan anggarannya, besaran anggaran, serta dasar yang digunakan sehingga muncul pernyataan mengenai media yang disebut “lari kiri”.
Ia menilai transparansi menjadi penting agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan di media sosial atau grup WhatsApp, tetapi dapat diuji berdasarkan fakta dan dokumen.
“Kami meminta agar pernyataan tersebut tidak dibiarkan menjadi bola liar. Jika memang ada media yang dimaksud, sampaikan secara terbuka dan buktikan. Jika tidak, maka perlu ada klarifikasi agar tidak merusak citra media-media yang selama ini bekerja dan menjalankan fungsi kontrol sosial di Kabupaten Mamasa,” kata Ryan.
Persoalan ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya transparansi pengelolaan hibah media yang bersumber dari APBD. Publik berhak mengetahui kepada siapa anggaran diberikan, untuk kegiatan apa, bagaimana pelaksanaannya, serta apakah pertanggungjawaban anggaran tersebut telah sesuai dengan ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan Muhammad Namri tersebut masih menjadi sorotan dan diharapkan dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran maupun prasangka terhadap profesi media di Kabupaten Mamasa.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Sekretaris KONI Kabupaten Mamasa Muhammad Namri maupun pihak-pihak yang disebut atau berkaitan dengan pernyataan tersebut.
Misda Apriyani

