
Messawa, Mamasa — Tidak ada yang menyangka bahwa kegiatan sekolah yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan justru menjadi hari paling kelam bagi keluarga seorang anak berusia 10 tahun.
Arsyifa Swaqia, siswi SDN 001 Messawa, berangkat mengikuti kegiatan Pramuka dengan semangat seperti anak-anak lainnya. Ia pergi sebagai seorang putri kecil yang hendak mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.
Namun hari itu menjadi perjalanan yang tidak pernah dibayangkan oleh keluarganya.
Di tengah kegiatan, Arsyifa dilaporkan mengalami musibah tenggelam di Sungai Messawa.
Ia kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Messawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Di sana, harapan untuk menyelamatkan nyawanya masih diperjuangkan.
Namun kondisi Arsyifa membutuhkan penanganan lebih lanjut. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Hajja Andi Depu.
Perjalanan menuju rumah sakit rujukan menjadi perjalanan terakhir bagi putri kecil itu.
Di tengah perjalanan, setelah segala upaya pertolongan dilakukan, Arsyifa Swaqia akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Betapa hancurnya hati keluarga yang menanti kepulangannya.
Mereka mungkin membayangkan Arsyifa akan pulang membawa cerita tentang kegiatan sekolahnya.
Mereka mungkin menunggu suara langkah kecilnya.
Menunggu pintu rumah terbuka.
Menunggu putri mereka kembali.
Tetapi yang datang bukan lagi senyum Arsyifa.
Bukan lagi suara kecilnya.
Bukan lagi cerita tentang sekolah dan teman-temannya.
Yang datang adalah kabar duka bahwa putri tercinta mereka telah pergi untuk selamanya.
SELAMAT JALAN, ARSYIFA
Arsyifa…
Putri kecil berusia 10 tahun.
Engkau berangkat mengikuti kegiatan sekolah dengan harapan akan membawa pulang kenangan indah.
Namun takdir membawamu pergi terlalu cepat.
Engkau belum sempat tumbuh dewasa.
Belum sempat mengejar cita-cita.
Belum sempat membahagiakan kedua orang tuamu dengan keberhasilanmu.
Belum sempat menikmati panjangnya perjalanan hidup yang seharusnya masih begitu panjang.
Hari itu seharusnya engkau pulang kepada keluargamu.
Seharusnya seragam sekolahmu kembali tergantung di rumah.
Seharusnya buku-bukumu kembali berada di meja belajar.
Seharusnya esok engkau masih bisa bertemu teman-temanmu.
Tetapi kini semuanya hanya tinggal kenangan.
Selamat jalan, Arsyifa Swaqia.
Terima kasih telah menjadi bagian dari kehidupan keluargamu, teman-temanmu, dan guru-gurumu.
Tidurlah dengan tenang, putri kecil.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima segala kebaikanmu dan memberikan tempat terbaik bagimu.
Untuk ayah dan ibu Arsyifa, tidak ada kata yang mungkin cukup untuk menggambarkan kehilangan ini.
Anak yang pagi itu pergi mengikuti kegiatan sekolah, kini tidak akan pernah lagi pulang.
Semoga keluarga diberikan kekuatan untuk melewati hari-hari panjang tanpa kehadiran putri tercinta.
SEBUAH PESAN DARI KEHILANGAN
Kepergian Arsyifa hendaknya tidak hanya menjadi kabar duka yang kemudian dilupakan.
Ini adalah kehilangan seorang anak.
Dan setiap kehilangan seorang anak seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan sekolah dan Pramuka:
anak-anak harus berangkat dengan selamat dan pulang dengan selamat.
Kegiatan sekolah tidak boleh mengalahkan keselamatan.
Keceriaan tidak boleh mengalahkan kewaspadaan.
Dan tidak boleh ada kegiatan yang mempertaruhkan nyawa anak-anak.
Semoga kepergian Arsyifa menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin serius menjaga keselamatan setiap anak yang dipercayakan kepada sekolah dan penyelenggara kegiatan.
Selamat jalan, Arsyifa Swaqia.
Putri kecil Messawa, engkau pergi terlalu cepat.
Semoga


tenang di tempat terbaik di sisi Tuhan. (Herwel)

