
MAMBI, MAMASA – Minggu
9 Agustus 2026 — Informasi mengenai dugaan pengeroyokan yang melibatkan sejumlah anak dan kemudian berkembang di media sosial mendapat perhatian dari pihak SDN 001 Center Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Pihak sekolah menyayangkan munculnya pemberitaan atau informasi di media sosial yang mengaitkan kejadian tersebut dengan murid SDN 001 Center Mambi, sementara berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, peristiwa tersebut terjadi pada sore hari, sekitar pukul 15.00 WITA, di luar jam dan lingkungan sekolah.
Kepala SDN 001 Center Mambi menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut dan berharap masyarakat tidak terburu-buru memberikan label bahwa peristiwa itu merupakan tindakan “penggeroyokan oleh murid SD Center” sebelum mengetahui kronologi yang sebenarnya.
“Kalau kejadiannya di luar sekolah dan sudah sore sekitar jam tiga, seharusnya pemberitaannya tidak langsung membawa nama sekolah. Lebih tepat dikatakan sebagai kejadian antara anak si A dengan anak si B, bukan langsung disebut murid SD Center,” ungkapnya.
Menurut pihak sekolah, penggunaan nama sekolah dalam pemberitaan atau unggahan media sosial tanpa memahami kronologi secara utuh berpotensi menimbulkan kesan negatif dan mencemarkan nama baik lembaga pendidikan, terlebih apabila informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah bertanggung jawab memberikan pendidikan dan pembinaan ketika anak berada dalam lingkungan serta kegiatan sekolah. Sementara ketika anak berada di rumah, keluarga dan orang tua memiliki peran utama dalam pengawasan dan pembinaan.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga, menasihati dan membina anak-anak ketika berada di lingkungan masyarakat.
“Pendidikan itu tanggung jawab kita bersama. Kalau anak berada di sekolah, tentu sekolah yang bertanggung jawab. Kalau berada di rumah, keluarga yang bertanggung jawab. Ketika berada di masyarakat, masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menasihati dan membina,” jelasnya.
Meski demikian, pihak SDN 001 Center Mambi tidak bermaksud lepas tangan apabila nantinya diketahui ada peserta didiknya yang benar-benar terlibat dalam peristiwa tersebut.
Jika terbukti ada siswa sekolah yang terlibat, pihak sekolah akan tetap melakukan pembinaan dan mengambil langkah sesuai aturan serta kewenangan sekolah.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak memperluas persoalan melalui media sosial. Terlebih, apabila pihak-pihak yang terlibat masih memiliki hubungan keluarga.
Menurut pihak sekolah, penyelesaian secara kekeluargaan dapat menjadi salah satu jalan yang baik sepanjang persoalan tersebut memungkinkan untuk diselesaikan dengan cara demikian dan tetap memperhatikan kepentingan serta keselamatan anak.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan. Apalagi kalau memang mereka masih memiliki hubungan keluarga, jangan sampai persoalan anak-anak justru menjadi lebih besar karena informasi yang berkembang di media sosial,” ujarnya.
Pihak sekolah mengajak semua pihak untuk mengedepankan klarifikasi dan mencari tahu fakta sebenarnya sebelum menyebarkan informasi kepada publik.
Sekolah tidak membenarkan tindakan kekerasan. Namun, setiap kejadian juga perlu ditempatkan sesuai konteksnya, termasuk waktu, tempat, kronologi dan pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai sebuah kejadian di luar jam sekolah kemudian secara otomatis menjadi persoalan dan citra buruk bagi sekolah.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak SDN 001 Center Mambi berharap masyarakat dapat lebih bijak menggunakan media sosial dan bersama-sama menjaga kepentingan serta masa depan anak-anak.(Herman Welly)

