Dudukperkara.com – SEMARANG, Kebakaran terjadi di kawasan lapak Perhutani, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026). Sebanyak enam lapak dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lapak yang terdampak kebakaran digunakan untuk berbagai usaha, di antaranya penjualan buah, makanan, mur dan baut, serta satu lapak jasa pengiriman paket. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu lapak penjual makanan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya lima unit mobil pemadam dari Pos Madukoro, Ngaliyan, dan Gunungpati. Petugas juga mendapat bantuan satu unit mobil pemadam dari Pos Boja, Kabupaten Kendal. Proses pemadaman berlangsung mulai sekitar pukul 15.50 WIB dan api dinyatakan aman sekitar pukul 17.30 WIB.
Dalam proses pemadaman, petugas sempat mengalami kendala karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
Mobil pemadam beberapa kali harus mencari dan mengambil sumber air untuk mendukung proses pemadaman. Warga turut membantu upaya penanganan kebakaran di lokasi.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan. Kondisi tersebut kemudian dapat dikendalikan dengan bantuan sejumlah personel kepolisian dan organisasi kemasyarakatan yang turut membantu mengatur situasi di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian terkait penataan jarak antarlapak. Secara umum, keberadaan jarak yang memadai antarlapak dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk mengurangi risiko perambatan api ketika terjadi kebakaran. Namun, mengenai ketentuan jarak dan aspek keselamatan pada kawasan tersebut, perlu mengacu pada aturan serta hasil evaluasi pihak yang berwenang.
Hingga berita ini dinaikkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut. Kepolisian dari Polsek Mijen masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
(team red. DudukPerkara Jawa Tengah)


