
dudukperkara.com sanin, 02/2/2026 – Mamasa – Tim Mamasa Bersih menegaskan bahwa tugas sosial mengedukasi masyarakat demi terwujudnya Mamasa Maju, Mandiri, dan Sejahtera bukanlah pekerjaan yang tanpa hambatan.
Berbagai sorotan dan dinamika di lapangan justru menjadi motivasi untuk terus bergerak, bekerja sama dengan pemerintah, serta mengawal penyelesaian persoalan di Kabupaten Mamasa.
Menurut tim, Mamasa tidak akan benar-benar kondusif apabila berbagai persoalan yang menghambat pembangunan dan perekonomian tidak ditangani secara serius dan sistematis.
Peran SPBU dan APMS dalam Ekonomi Daerah
Di Kabupaten Mamasa terdapat tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan satu Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang secara prinsip sangat membantu perputaran ekonomi masyarakat.
Namun, manfaat itu hanya akan maksimal apabila seluruh operasional berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan distribusi BBM bersubsidi.
Apabila distribusi tidak terkendali dan BBM subsidi lebih banyak beredar di kios-kios pinggir jalan dengan harga Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter (di atas Harga Eceran Tertinggi/HET), maka: Masyarakat dirugikan secara langsung.

Prinsip subsidi untuk rakyat kecil menjadi tidak tepat sasaran. Stabilitas ekonomi daerah terancam. Perhitungan Kerugian Ekonomi
Jika diasumsikan: Satu SPBU menyalurkan sekitar 8.000 liter per hari, Terdapat kenaikan harga sekitar Rp3.000 per liter di atas HET,
Tiga SPBU dan satu APMS mengalami pola yang sama, Maka potensi selisih per hari bisa mencapai miliaran rupiah dalam akumulasi distribusi keseluruhan, belum termasuk BBM jenis Solar.
Dalam hitungan bulanan dan tahunan, angkanya bisa sangat besar dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta biaya transportasi dan distribusi barang. Dampak Sosial dan Stabilitas Daerah Jika praktik seperti ini dibiarkan: Harga barang kebutuhan pokok akan ikut terdongkrak.
Inflasi lokal berpotensi meningkat. Ketimpangan sosial makin terasa. Kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi menurun.
Hal ini tentu bertentangan dengan visi Mamasa Mandiri dan Sejahtera.
Tim Mamasa Bersih menekankan pentingnya:
Pengawasan ketat distribusi BBM bersubsidi.
Penegakan hukum terhadap oknum yang melanggar. Transparansi data distribusi dari setiap SPBU dan APMS. Koordinasi aktif antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas energi.
Perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait sangat dibutuhkan demi menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Mamasa. Komitmen bersama antara masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah merupakan kunci agar Mamasa benar-benar maju, mandiri, dan sejahtera — bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam praktik nyata. (Herman Welly)
