Dudukperkara.com|Seram Bagian Barat – Marsel Maspaitella menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) atas kekeliruan penyebutan nama organisasi dalam pernyataan dan pemberitaan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kritik dan pandangan yang ia sampaikan sejak awal ditujukan kepada Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), bukan GMKI.
Maspaitella menjelaskan bahwa kekeliruan tersebut murni kesalahan penyampaian dan redaksional, tanpa ada maksud untuk mencederai marwah GMKI sebagai organisasi mahasiswa Kristen.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar GMKI atas kekeliruan penyebutan nama organisasi. Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi salah persepsi di ruang publik,” ujar Marsel Maspaitella, Sabtu (24/1/2026).
Pada saat yang sama, Maspaitella menyampaikan bahwa kritik yang ia lontarkan tetap dimaksudkan sebagai catatan reflektif dan konstruktif bagi GAMKI, khususnya GAMKI Seram Bagian Barat, agar semakin berani dan konsisten menjalankan perannya di tengah umat.
Ia menekankan bahwa sebagai organisasi pemuda Kristen, GAMKI diharapkan berani bersuara untuk umat, menjaga independensi, serta tidak larut dalam kepentingan politik praktis yang dapat mengaburkan mandat pelayanan dan perjuangan sosial.
“GAMKI SBB harus hadir sebagai kekuatan moral pemuda Kristen. Kritik ini lahir dari kepedulian agar GAMKI SBB tetap menjadi garam dan terang di tengah umat,” lanjutnya.
Maspaitella juga berharap klarifikasi ini dapat meredakan kesalahpahaman yang berkembang serta memperkuat semangat persaudaraan antarorganisasi Kristen.Tandasnya
Marsel Maspaitella menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) atas kekeliruan penyebutan nama organisasi dalam pernyataan dan pemberitaan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kritik dan pandangan yang ia sampaikan sejak awal ditujukan kepada Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), bukan GMKI.
Maspaitella menjelaskan bahwa kekeliruan tersebut murni kesalahan penyampaian dan redaksional, tanpa ada maksud untuk mencederai marwah GMKI sebagai organisasi mahasiswa Kristen.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar GMKI atas kekeliruan penyebutan nama organisasi. Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi salah persepsi di ruang publik,” ujar Marsel Maspaitella, Senin (26/1/2026).
Pada saat yang sama, Maspaitella menyampaikan bahwa kritik yang ia lontarkan tetap dimaksudkan sebagai catatan reflektif dan konstruktif bagi GAMKI, khususnya GAMKI Seram Bagian Barat, agar semakin berani dan konsisten menjalankan perannya di tengah umat.
Ia menekankan bahwa sebagai organisasi pemuda Kristen, GAMKI diharapkan berani bersuara untuk umat, menjaga independensi, serta tidak larut dalam kepentingan politik praktis yang dapat mengaburkan mandat pelayanan dan perjuangan sosial.
“GAMKI SBB harus hadir sebagai kekuatan moral pemuda Kristen. Kritik ini lahir dari kepedulian agar GAMKI SBB tetap menjadi garam dan terang di tengah umat,” lanjutnya.
Maspaitella juga berharap klarifikasi ini dapat meredakan kesalahpahaman yang berkembang serta memperkuat semangat persaudaraan antarorganisasi Kristen.Tandasnya.(Red)
