Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, semangat Mohuyula (gotong royong) khas Gorontalo justru semakin berpijar. Pada pekan kedua Ramadhan 2026, Komunitas Pilar Pilar LAMAHU (KPPL) bersama Yayasan Gorontalo Rantau Peduli menggelar rangkaian aksi sosial yang membuktikan bahwa jarak dari kampung halaman bukan penghalang untuk menjaga api persaudaraan tetap menyala.
Estafet Kebaikan: Dari Juanda ke Cililitan-Jakarta Timur.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan suasana hangat penuh keakraban pada Sabtu (7/3). KPPL berkumpul di salah satu Resto kawasan Jalan Juanda, Jakarta Pusat, untuk berbagi momen buka puasa bersama. Tak berhenti di situ, estafet kebaikan berlanjut keesokan harinya, Minggu (8/3), di Hotel Vave PGC Cililitan.

Di sana, Yayasan Gorontalo Rantau Peduli menghadirkan senyum di wajah puluhan anak yatim dan dhuafa melalui santunan kasih. Acara ini bukan sekadar seremoni makan bersama, melainkan simbol bahwa komunitas rantau hadir sebagai “orang tua asuh” bagi mereka yang membutuhkan di tanah perantauan.
KPPL: Lebih dari Sekadar Nama, Penyanggah LAMAHU
KPPL lahir pasca Musyawarah Besar (Mubes) LAMAHU 25 Februari 2026, LAMAHU adalah Paguyuban Warga Gorontalo Rantau yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan Huyula Heluma Lo Hulandalo sementara KPPL adalah Komunitas warga Gorontalo rantau di Jabodetabek (Jakarta,Bogor,Depok,Tangerang dan Bekasi) yang misinya merawat silaturahmi, pengembangan SDM dan melestarikan budaya Gorontalo di tengah derasnya arus urbanisasi.
Kekuatan KPPL terletak pada keberagaman unitnya yang sangat dinamis. Mulai dari Pilar Pemuda Tinelo, Mashuras, Motilango, Wamalo, Pakandea Sehati, Pakaya Totolianga,Leleyangi, Al-Qodam, Podehu,Gunung Colo, Moela Potumulo,Pinkers,Inogeluma, LAMAHU Jakarta Utara/Selatan hingga berbagai perkumpulan arisan seperti Arisan Gobel,Arisan Ceria dan Arisan Tebet, semuanya melebur menjadi satu kekuatan kolektif dalam KPPL.

Diskusi di Meja Buka Puasa: Menenun Masa Depan
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan di Sebuah Resto Jalan Juanda Jakarta Pusat adalah kehadiran para tokoh legendaris yang memberikan “nutrisi” inspirasi. Di bawah arahan H. Hamzah Isa selaku Pembina Utama, suasana buka puasa berubah menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna,yang dihadiri sejumlah tokoh-tokoh Gorontalo diantaranya :
- H. Bob Hippy (Mantan Ketua LAMAHU)
- Brigjen Pol.Abdul Rizal A.Engahu (Pemerhati KPPL)
- Hamka Hendra Noor (Mantan Penjabat Gubernur Gorontalo/MantanSekjen LAMAHU)
- H.Syarifudin Igirisa (Anggota Bandayo LAMAHU)
- Berti Isa (Anggota Bandayo LAMAHU)
- Hj.Carolina Kaluku (Mantan Sekjen LAMAHU)
Turut hadir juga para tokoh muda KPPL di antaranya, ), Andi Aro,Abdul Biya,Risman Arnold (Pilar Pemuda Tinelo), Abdul Manan Podungge,Ramang Demolinggo, Farid Alhasni, James (Pilar Pinkers, Amir Monoarfa (Pilar Wamalo).H.Syahril Igirisa (Pilar LAMAHU Jakarta Utara) Husain Monoarfa/Selvi Manangkalangi (Pilar Monoarfa Sedunia) dan lain-lain.
H.Hamzah Isa selaku inisiator acara sekaligus Pembina KPPL menyatakan, “ Jadi inisiatif ini,boleh kita katakan sebagai gerakan penyelamatan LAMAHU, karena saat ini Pilar-Pilar merasa tidak terakomodir di LAMAHU. Oleh sebab itu kita mengambil inisiatif membangun silaturahim antar sesama pilar” tutur Hamzah
Selanjutnya Hamzah menyatakan bahwa karena sebetulnya LAMAHU itu adalah pilar, anggota LAMAHU itu adanya dipilar. Maka untuk menggalang kebersamaan LAMAHU kita mengadakan komunitas, bukan sebagai organisasi tandingan LAMAHU, ini hanya komunitas yang memfasilitasi pilar-pilar untuk melakukan aktifitas bersama. Nanti kita setiap bulan akan mengadakan pertemuan yang dimulai dengan kegiatan pengajian sekaligus untuk merumuskan kegiatan selanjutnya. Tutup Hamzah.

Bukber Yayasan Gorontalo Rantau Peduli (GRP)
Keesokan harinya 8/3/2026 bertempat di Hotel Vave Ballroom PGC Jakarta Timur giliran Yayasan Gorontalo Rantau Peduli yang dinahkodai Husain Monoarfa.SE serta disupport oleh Halim Rasyid sukses menggelar Buka Puasa Bersama dirangkai dengan Santunan Anak Yatim Piatu dilanjutkan dengan Hadrah dan Tausiah oleh KH.Muhammad Abdul Syukur,S.Ag (Pondok Pesantren Az-Zikra)
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk manifestasi rasa syukur atas limpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menghidupkan semangat Pohala’a (kekeluargaan) warga Gorontalo meskipun jauh dari kampung halaman dan momen ini sebagai jembatan kasih antara para perantau dengan adik-adik yatim piatu yang membutuhkan perhatian.
Tujuan Acara :
- Mempererat Ukhuwah: Memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas antar sesama perantau asal Gorontalo di wilayah rantau Jakarta.
- Aksi Nyata Kepedulian: Memberikan dukungan moral dan bantuan materiil (santunan) kepada anak yatim piatu guna membantu kebutuhan mereka.
- Syiar Nilai Budaya: Menanamkan nilai-nilai luhur budaya Gorontalo yang gemar berbagi dan tolong-menolong dalam kebaikan.
- Keberkahan Ramadhan: Mengharap ridha Allah SWT melalui amalan sedekah dan menjamu berbuka puasa, sebagaimana diajarkan dalam agama.
- Melalui kegiatan ini, Yayasan Peduli Gorontalo Rantau berharap dapat menebar kebahagiaan dan membuktikan bahwa jarak dari kampung halaman bukanlah penghalang untuk tetap peduli dan berbagi.

Ditempat yang sama, Husain Monoarfa,SE selaku Ketua Yayasan Gorontalo Rantau Peduli (GRP) yang didampingi AKBP.Pol Halim Rasyid.SE,M.Ak selaku Pembina Yayasan GRP, menuturkan kepada awak media, bahwa tujuan utama acaara ini adalah :
- Memperkenalkan Yayasan GRP ini adalah Yayasan yang akan fokus dalam kegiatan sosial,kemanusiaan dan keagamaan.
- Kegiatan ini bagai sarana dan memudahkan masyarakat Gorontalo Rantau untuk saling berbagi.
- Yayasan GRP akan memfasilitasi anak-anak warga Gorontalo, khususnya di Jabodetabek bisa mengikuti pendidikan/mondok di Yayasan Az zikra (pendiri almarhum ustadz Arifin Ilham) dari tingkat SD sampai ketingkat selanjutnya yang diberikan secara gratis dimana harus melalui dari Yayasan GRP
- Dengan adanya Yayasan ini bukan untuk menyaingi kegiatan yang selama ini telah ada seperti PKPG dan Pilar pilar yang tergabung dalam Paguyuban Gorontalo Rantau LAMAHU.
Lebih lanjut Husain menyatakatan : Kalau kita berbuat baik di rantau kenapa harus bersaing? Marilah kita bersama-sama berbuat kebaikan, apalagi warga Gorontalo yang di rantau khususnya di Jabodetabek perlu bersinergi. Pungkas Husain.
